jika qt letih dalam melakukan kebaikan, maka sesungguhnya keletihan itu akan sirna dan kebaikan itu akan abadi. jika qt senang melakukan dosa, maka sesungguhnya kesenangan itu akan sirna dan dosa itu akan abadi
Showing posts with label Inspirational Stories. Show all posts
Showing posts with label Inspirational Stories. Show all posts

Monday, 18 July 2011

Belajar Dari Kelelawar

Pagi itu, matahari begitu indahnya menerobos dedaunan sebatang pohon di sebuah dusun pinggir kota. Tampak seorang anak dengan kecil berjalan dengan seseorang setengah baya menuju pematang sawah. Ketika mereka berjalan melintasi pohon tersebut, tiba-tiba seperti terkejut beberapa ekor kelalawar berterbangan tidak tentu arah. Rupanya kelalawar itu terkejut karena lewatnya dua orang anak manusia yang sedang lewat dekat mereka lagi tidur. Kelalawar terbang kesana-kemari tidak tentu arah.


Ternyata sinar matahari telah mengacaukan penglihatan mereka. Sang anak menyaksikan kejadian aneh itu, bertanya pada Bapaknya : “Pak, mengapa para kelalawar itu terbang tidak tentu arah? Bahkan ada yang menabrak pohon tempat mereka tidur. Bukankah penglihatan kelalawar itu tajam dan jeli ? Bahkan di tempat yang gelap pun mereka bisa terbang dengan cepat dan lancar. Tetapi kenapa sekarang mereka tidak bisa melihat benda-benda yang ada di depannya ?

Sang Bapak menjawab “Nak mereka itu adalah binatang malam. Justru penglihatan mereka lebih jelas ketika hari telah malam. Justru pada hari yang terang benderang penglihatan mereka jadi kabur, bahkan tidak bisa melihat lagi”.

“Ah… kenapa binatang itu aneh Pak, pada hari gelap mereka bisa melihat sedang hari terang mereka justru tidak bisa melihat ?”

“Nak, Bapak pernah mendengar kata Ustadz, katanya kelalawar itu sengaja diciptakan oleh ALLAH agar manusia bisa mengambil pelajaran darinya. Betapa banyak manusia buta dan tidak bisa melihat, saat justru mereka dalam keadaan terang benderang. Ketika sehat, ketika banyak rezekinya, ketika keluarganya gembira, ketika naik jabatan, ketika ilmunya meningkat……Justru .... saat itu mereka tidak bisa melihat kelebihan yang ada pada dirinya. Itulah saat-saat terang benderang bagi mereka, tetapi mereka tidak bisa merasakan hal itu. Tetapi ketika mereka sedang sakit, sedang tertimpa musibah, ketika rezeki sedang turun, ketika sedang
gelap ……. Barulah tampak nikmat ALLAH yang begitu besar.

Anakku itulah gambaran keadaan manusia. Ketika musibah menimpa, baru tampak nilai hidup sesungguhnya. Hanya orang yang bersikap hati-hati sajalah yang terpelihara dari hal semacam itu. Karenanya mumpung kita masih sehat, mumpung masih ada kesempatan, mumpung masih ada kelebihan rezeki, marilah kita berbuat sebaik mungkin. Manfaatkan waktu kita untuk berbuat baik bagi orang lain. Insya ALLAH, ALLAH akan meredhai perjalanan hidup kita…..
amin. ”. 

Nb. Ini copy dr tetangga sebelah...
Baca Selengkapnya...

Surat Dari Iblis

# Surat dari IBLIS.... !

Aku melihatmu kemarin, saat engkau memulai aktifitas harianmu. Kau bangun tanpa sujud mengerjakan subuhmu Bahkan kemudian, kau juga tidak mengucapkan “Bismillah” sebelum memulai santapanmu, juga tidak sempat mengerjakan shalat Isya sebelum berangkat ke tempat tidurmu. Kau benar2 orang yang bersyukur, aku menyukainya.

Aku tak dapat mengungkapkan betapa senangnya aku melihatmu tidak mengubah cara hidupmu. Hai Bodoh, Kamu millikku. Ingat, kau dan aku sudah bertahun-tahun bersama, dan aku masih belum bisa benar2 mencintaimu . Malah aku masih membencimu, karena aku benci ALLAH. Aku hanya menggunakanmu untuk membalas dendamku kepada ALLAH.

DIA sudah mencampakkan aku dari surga, dan aku akan tetap memanfaatkanmu sepanjang masa untuk membalaskannya

Kau lihat, ALLAH MENYAYANGIMU dan dia masih memiliki rencana-rencana untukmu di hari depan.

Tapi kau sudah menyerahkan hidupmu padaku, dan aku akan membuat kehidupanmu seperti neraka.

Sehingga kita bisa bersama dua kali dan ini akan menyakiti hati ALLAH.

Aku benar-benar berterimakasih padamu, karena aku sudah menunjukkan kepada-NYA siapa yang menjadi pengatur dalam hidupmu dalam masa2 yang kita jalani.

Kita nonton film porno bersama, memaki orang, mencuri, berbohong, munafik, makan sekenyang-kenyangya, guyon2an jorok, bergosip, manghakimi orang, menghujat orang dari belakang, tidak hormat pada orang tua, tidak menghargai masjid, berperilaku buruk.

TENTUNYA kau tak ingin meninggalkan ini begitu saja. Ayolah, Hai Bodoh, kita terbakar bersama, selamanya. Aku masih memiliki rencana2 hangat untuk kita. Ini hanya merupakan surat penghargaanku untuk mu.

Aku ingin mengucapkan ‘TERIMAKASIH’ karena sudah mengizinkanku memanfaatkan hampir semua masa hidupmu.

Kamu memang sangat mudah dibodohi, aku menertawakanmu. Saat kau tergoda berbuat dosa kamu menghadiahkan tawa. Dosa sudah mulai mewarnai hidupmu. Kamu sudah 20 tahun lebih tua, dan sekarang aku perlu darah muda.

Jadi, pergi dan lanjutkanlah mengajarkan orang-orang muda bagaimana berbuat dosa. Yang perlu kau lakukan adalah  mabuk-mabukan, berbohong, berjudi, bergosip, dan hiduplah se-egois mungkin.

Lakukan semua ini di depan anak-anak dan mereka akan menirunya. Begitulah anak-anak . Baiklah, aku persilakan kau bergerak sekarang. Aku akan kembali beberapa detik lagi untuk menggoda mu lagi. Jika kau cukup cerdas, kau akan lari sembunyi, dan bertaubat atas dosa-dosamu. Dan hidup untuk ALLAH dengan sisa umurmu yang tinggal sedikit.

==========
Sahabat... mari kita renungkan, apakah kita akan termasuk salah seorang penerima surat itu... !? Naudzubillah..
Baca Selengkapnya...

Wortel, Telur dan Kopi; Yang manakah dirimu?

Seorang anak mengeluh pada ayahnya tentang hidupnya yang sulit. Ia tidak tahu lagi harus berbuat apa dan ingin menyerah saja. Ia lelah berjuang. Tapi setiap saat satu persoalan terpecahkan, persoalan yang lain muncul. Ayahnya, seorang juru masak, membawa anaknya ke dapur. Ia mengambil tiga buah panci, mengisinya masing-masing dengan air dan meletakkannya pada kompor yang menyala. Beberapa saat kemudian air dalam panci-panci itu mendidih.

Pada panci pertama, ia memasukkan wortel,
Pada panci kedua, ia memasukkan telur,
Dan pada panci ketiga ia memasukkan beberapa biji kopi tumbuk. Ia membiarkan ketiganya mendidih.

Selama itu si anak terdiam seribu basa. Dua puluh menit kemudian, sang ayah mematikan api. Lalu menyiduk wortel dari dalam panci dan meletakkanya pada sebuah piring. Kemudian ia mengambil telur dan meletakkanya pada piring yang sama. Terakhir ia menyaring kopi yang diletakkan pada piring itu juga. Ia lalu menoleh pada anaknya dan bertanya, "Apa yang kau lihat, Nak?"

"Wortel, telur, dan kopi," jawab sang anak.  Ia membimbing anaknya mendekat dan memintanya untuk memegang wortel.  Anak itu melakukan apa yang diminta dan mengatakan bahwa wortel itu terasa lunak. Kemudian sang ayah meminta anaknya memecah telur. Setelah telur itu dipecah dan dikupas, sang anak mengatakan bahwa telur rebus itu kini terasa keras. Kemudian sang ayah meminta anak itu mencicipi kopi. Sang anak tersenyum saat mencicipi aroma kopi yang sedap itu. "Apa maksud semua ini, ayah?" tanya sang anak.

Apakah kamu tidak berpikir? (Surah-Ali 'Imran 3:65)

Sang ayah menjelaskan bahwa setiap benda tadi telah mengalami hal yang sama,  yaitu direbus dalam air mendidih, tetapi selepas perebusan itu mereka berubah menjadi sesuatu yang berbeda-beda. Wortel yang semula kuat dan keras, setelah direbus dalam air mendidih, berubah menjadi lunak dan lemah. Sedangkan telur, sebaliknya, yang semula mudah pecah, kini setelah direbus menjadi keras dan kokoh. Sedangkan biji kopi tumbuh berubah menjadi sangat unik. Biji kopi, setelah direbus, malah mengubah air yang merebusnya itu. "Maka, yang manakah dirimu?" tanya sang ayah pada anaknya. "Di saat kesulitan menghadang langkahmu, perubahan apa yang terjadi pada dirimu? Apakah kau menjadi sebatang wortel, sebutir telur atau biji kopi?"

ITULAH buah kesabaran. Tapi memang tidak gampang untuk bersabar. Sebab yang dihadapi adalah diri sendiri. Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya 
Maka tidakkah kamu berpikir? (Q.S. Al Baqarah 44)

Kehidupan mengajarkan kita banyak hal, kadang suatu tujuan tidak dapat dilihat oleh kita namun manfaatnya akan kita rasakan dikemudian hari. Percayalah dengan kesabaran, bahwa dengan menata hati kita juga sedang menata masa depan kita. Kita diberi cobaan, kesulitan dan perkara karena kita dipersiapkan untuk sesuatu. Seandainya kita percaya bahwa Tuhan itu ada maka percayalah tujuan itu pun ada. Berkomitmen dengan hati kita yang ditata dengan kesabaran akan suatu proses membuat kita semakin tenang, yakin dalam langkah kita.

Teman semua kehidupan memang tidaklah mudah seperti membalikkan tangan dan menuliskannya di atas kertas, namun kehidupan itu mudah ditentukan karena semuanya itu pilihan. Jadi anda memilih seperti apa?

Disadur dari catatan Emma Agasshi
Baca Selengkapnya...

Thursday, 10 March 2011

Belajar Dari Soichiro HONDA

http://i686.photobucket.com/albums/vv223/Karimun8/cats-6.jpghttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjVA9mNamQildzFbQ_G5vciocVpzacLuC_0VTdXeVafZ8fLm081NCem6j0yKT5Qz7qI2K25g052TsiMWLyVvA4gh3L5gKDXt_TazAm4epZZVVtpwDeD8VoWWk4ux0zZokMmteMg-e7E6NsP/s1600/Soichiro2.jpg

Saat merintis bisnisnya Soichiro Honda selalu diliputi kegagalan.
Ia sempat jatuh sakit, kehabisan uang, dikeluarkan dari kuliah.
Namun ia trus bermimpi dan bermimpi…
Cobalah amati kendaraan yang melintasi jalan raya.
Pasti, mata Anda selalu terbentur pada Honda, baik berupa mobil
maupun motor. Merk kendaran ini menyesaki padatnya lalu lintas,
sehingga layak dijuluki “raja jalanan”.
Namun, pernahkah Anda tahu, sang pendiri “kerajaan” Honda -
Soichiro Honda – diliputi kegagalan. Ia juga tidak menyandang gelar
insinyur, lebih-lebih Profesor seperti halnya B.J. Habibie, mantan
Presiden RI. Ia bukan siswa yang memiliki otak cemerlang. Di kelas,
duduknya tidak pernah di depan, selalu menjauh dari pandangan guru.
“Nilaikujelek di sekolah. Tapi saya tidak bersedih, karena dunia
saya disekitar mesin, motor dan sepeda,” tutur tokoh ini,
yang meninggal pada usia 84 tahun, setelah dirawat di RS Juntendo,
Tokyo, akibat mengindap lever.
Kecintaannya kepada mesin, mungkin ‘warisan’ dari ayahnya yang
membuka bengkel reparasi pertanian, di dusun Kamyo, distrik Shizuko,
Jepang Tengah, tempat kelahiran Soichiro Honda. Di bengkel, ayahnya
memberi cathut (kakak tua) untuk mencabut paku. Ia juga sering
bermain di tempat penggilingan padi melihat mesin diesel yang
menjadi motor penggeraknya.
Di situ, lelaki kelahiran 17 November 1906, ini dapat berdiam diri
berjam-jam. Di usia 8 tahun, ia mengayuh sepeda sejauh 10 mil, hanya
ingin menyaksikan pesawat terbang.
Ternyata, minatnya pada mesin, tidak sia-sia. Ketika usianya 12
tahun, Honda berhasil menciptakan sebuah sepeda pancal dengan model
rem kaki. Tapi, benaknya tidak bermimpi menjadi usahawan otomotif.
Ia sadar berasal dari keluarga miskin. Apalagi fisiknya lemah, tidak
tampan, sehingga membuatnya rendah diri.
Di usia 15 tahun, Honda hijrah ke Jepang, bekerja Hart Shokai
Company. Bosnya, Saka Kibara, sangat senang melihat cara kerjanya.
Honda teliti dan cekatan dalam soal mesin. Setiap suara yang
mencurigakan, setiap oli yang bocor, tidak luput dari perhatiannya.
Enam tahun bekerja disitu, menambah wawasannya tentang permesinan.
Akhirnya, pada usia 21 tahun, bosnya mengusulkan membuka suatu
kantor cabang di Hamamatsu. Tawaran ini tidak ditampiknya.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgYKX43RjscNjj-eIhG3lasqJWIyBXCj-qCA1ynB9oahoNhiOwPsBRu7q66n9XV-FldPM3-osSqLCHjwRpLdJQwW1bCX8KJQ5PkFu9eqUZZ0LPjhesJ9uoly3ACWxK33BOy9FD0y31U0VU/s1600/soichiro-honda2.jpg

Di Hamamatsu prestasi kerjanya tetap membaik. Ia selalu menerima
reparasi yang ditolak oleh bengkel lain. Kerjanya pun cepat
memperbaiki mobil pelanggan sehingga berjalan kembali. Karena itu, jam kerjanya
larut malam, dan terkadang sampai subuh. Otak jeniusnya tetap
kreatif. Pada zaman itu, jari-jari mobil terbuat dari kayu, hingga tidak baik
meredam goncangan. Ia punya gagasan untuk menggantikan ruji-ruji itu
dengan logam. Hasilnya luarbiasa. Ruji-ruji logamnya laku keras,
dan diekspor ke seluruh dunia. Di usia 30, Honda menandatangani
patennya yang pertama.
Setelah menciptakan ruji, Honda ingin melepaskan diri dari bosnya,
membuat usaha bengkel sendiri. Ia mulai berpikir, spesialis apa yang
dipilih? Otaknya tertuju kepada pembuatan Ring Pinston, yang
dihasilkan oleh bengkelnya sendiri pada tahun 1938. Sayang, karyanya
itu ditolak oleh Toyota, karena dianggap tidak memenuhi standar. Ring
buatannya tidak lentur, dan tidak laku dijual. Ia ingat reaksi
teman-temannya terhadap kegagalan itu. Mereka menyesalkan dirinya
keluar dari bengkel.
Kuliah
Karena kegagalan itu, Honda jatuh sakit cukup serius. Dua bulan
kemudian, kesehatannya pulih kembali. Ia kembali memimpin bengkelnya.
Tapi, soal Ring Pinston itu, belum juga ada solusinya. Demi mencari
jawaban, ia kuliah lagi untuk menambah pengetahuannya tentang
mesin. Siang hari, setelah pulang kuliah – pagi hari, ia langsung ke
bengkel, mempraktekan pengetahuan yang baru diperoleh. Setelah dua
tahun menjadi mahasiswa, ia akhirnya dikeluarkan karena jarang
mengikuti kuliah.
“Saya merasa sekarat, karena ketika lapar tidak diberi makan,
melainkan dijejali penjelasan bertele-tele tentang hukum
makanan dan pengaruhnya, ” ujar Honda, yang gandrung balap mobil.
Kepada Rektornya, ia jelaskan maksudnya kuliah bukan mencari ijasah.
Melainkan pengetahuan. Penjelasan ini justru dianggap penghinaan.
Berkat kerja kerasnya, desain Ring Pinston-nya diterima. Pihak Toyota
memberikan kontrak, sehingga Honda berniat mendirikan
pabrik. Eh malangnya, niatan itu kandas. Jepang, karena siap perang,
tidak memberikan dana. Ia pun tidak kehabisan akal mengumpulkan modal
dari sekelompok orang untuk mendirikan pabrik. Lagi-lagi musibah
datang. Setelah perang meletus, pabriknya terbakar dua kali.
Namun, Honda tidak patah semangat. Ia bergegas mengumpulkan
karyawannya. Mereka diperintahkan mengambil sisa kaleng bensol yang dibuang oleh
kapal Amerika Serikat, digunakan sebagai bahan mendirikan pabrik.
Tanpa diduga, gempa bumi meletus menghancurkan pabriknya, sehingga
diputuskan menjual pabrik Ring Pinstonnya ke Toyota. Setelah itu,
Honda mencoba beberapa usaha lain. Sayang semuanya gagal.
Akhirnya, tahun 1947, setelah perang Jepang kekurangan bensin. Di
sini kondisi ekonomi Jepang porak-poranda. Sampai-sampai Honda tidak dapat
menjual mobilnya untuk membeli makanan bagi keluarganya. Dalam
keadaan terdesak, ia memasang motor kecil pada sepeda.
Siapa sangka, “sepeda motor” – cikal bakal lahirnya mobil Honda – itu
diminati oleh para tetangga. Mereka berbondong-bondong memesan,
sehingga Honda kehabisan stok. Disinilah, Honda kembali
mendirikan pabrik motor. Sejak itu, kesuksesan tak pernah lepas dari tangannya. Motor Honda
berikut mobinya, menjadi “raja” jalanan dunia, termasuk Indonesia.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEilK1-Zey4OJawsrnfMah91Z_kwSxpLf2q9nA5_NBEpFvn8GflZD358NkAI6s9uGFG2GGEP64PIRvLCekZQxxtZPcGXITxJTytcBHT_ItrduZy7sHvmeVsp6HwO7uAhBWzrqqI5A9kcMQ2K/s1600/hondas-first-product.jpg

Bagi Honda, janganlah melihat keberhasilan dalam menggeluti industri
otomotif. Tapi lihatlah kegagalan-kegagalan yang dialaminya.
“Orang melihat kesuksesan saya hanya satu persen. Tapi, mereka
tidak melihat 99% kegagalan saya”, tuturnya. Ia memberikan
petuah ketika Anda mengalami kegagalan, yaitu mulailah bermimpi,
mimpikanlah mimpi baru.
Kisah Honda ini, adalah contoh bahwa Suskes itu bisa diraih seseorang
dengan modal seadanya, tidak pintar di sekolah, ataupun
berasal dari keluarga miskin.
= = = = = = = = = = =
5 Resep keberhasilan Honda :
1. Selalulah berambisi dan berjiwa muda.
2. Hargailah teori yang sehat, temukan gagasan baru, khususkan waktu
memperbaiki produksi.
3. Senangilah pekerjaan Anda dan usahakan buat kondisi kerja Anda
senyaman mungkin.
4. Carilah irama kerja yang lancar dan harmonis.
5. Selalu ingat pentingnya penelitian dan kerja sama.
Kembali Ke Atas Go down

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3nwxeb7h85IHfXcbtm1GLxKM8bjHRDqQeWfFpzZtFe7msh25i0Gqb4aAt-0BsrXkGfG-L_asTwEVFNB60tIakqAQCmGVXR4zyKXzFURWuh7xccR08TPtn3blfcXUXUQxjf3CkJPZcfoU/s1600/honda_10.jpg


sumber :http://ekojuli.wordpress.com/2010/12/18/belajar-dari-honda/

Baca Selengkapnya...

Friday, 24 December 2010

[Kisah Sejati] Jalan Seorang Gadis Menjajakan Keperawanannya

Wanita itu berjalan agak ragu memasuki hotel berbintang lima . Sang petugas satpam yang berdiri di samping pintu hotel menangkap kecurigaan pada wanita itu. Tapi dia hanya memandang saja dengan awas ke arah langkah wanita itu yang kemudian mengambil tempat duduk di lounge yang agak di pojok.
Petugas satpam itu memperhatikan sekian lama, ada sesuatu yang harus dicurigainya terhadap wanita itu. Karena dua kali waiter mendatanginya tapi, wanita itu hanya menggelengkan kepala. Mejanya masih kosong. Tak ada yang dipesan. Lantas untuk apa wanita itu duduk seorang diri. Adakah seseorang yang sedang ditunggunya.
Petugas satpam itu mulai berpikir bahwa wanita itu bukanlah tipe wanita nakal yang biasa mencari mangsa di hotel ini. Usianya nampak belum terlalu dewasa. Tapi tak bisa dibilang anak-anak. Sekitar usia remaja yang tengah beranjak dewasa.
Setelah sekian lama, akhirnya memaksa petugas satpam itu untuk mendekati meja wanita itu dan bertanya:
” Maaf, nona … Apakah anda sedang menunggu seseorang? ”
” Tidak! ” Jawab wanita itu sambil mengalihkan wajahnya ke tempat lain.
” Lantas untuk apa anda duduk di sini?”
” Apakah tidak boleh? ” Wanita itu mulai memandang ke arah sang petugas satpam..
” Maaf, Nona. Ini tempat berkelas dan hanya diperuntukan bagi orang yang ingin menikmati layanan kami.”
” Maksud, bapak? ”
” Anda harus memesan sesuatu untuk bisa duduk disini ”
” Nanti saya akan pesan setelah saya ada uang. Tapi sekarang, izinkanlah saya duduk di sini untuk sesuatu yang akan saya jual ” Kata wanita itu dengan suara lambat.
” Jual? Apakah anda menjual sesuatu di sini? ”
Petugas satpam itu memperhatikan wanita itu. Tak nampak ada barang yang akan dijual. Mungkin wanita ini adalah pramuniaga yang hanya membawa brosur.
” Ok, lah. Apapun yang akan anda jual, ini bukanlah tempat untuk berjualan. Mohon mengerti. ”
” Saya ingin menjual diri saya, ” Kata wanita itu dengan tegas sambil menatap dalam-dalam kearah petugas satpam itu.
Petugas satpam itu terkesima sambil melihat ke kiri dan ke kanan.
” Mari ikut saya, ” Kata petugas satpam itu memberikan isyarat dengan tangannya.
Wanita itu menangkap sesuatu tindakan kooperativ karena ada secuil senyum di wajah petugas satpam itu. Tanpa ragu wanita itu melangkah mengikuti petugas satpam itu.
Di koridor hotel itu terdapat kursi yang hanya untuk satu orang. Di sebelahnya ada telepon antar ruangan yang tersedia khusus bagi pengunjung yang ingin menghubungi penghuni kamar di hotel ini. Di tempat inilah deal berlangsung.
” Apakah anda serius? ”
” Saya serius ” Jawab wanita itu tegas.
” Berapa tarif yang anda minta? ”
” Setinggi-tingginya. .’ ‘
” Mengapa?” Petugas satpam itu terkejut sambil menatap wanita itu.
” Saya masih perawan ”
” Perawan? ” Sekarang petugas satpam itu benar-benar terperanjat. Tapi wajahnya berseri. Peluang emas untuk mendapatkan rezeki berlebih hari ini..
Pikirnya
” Bagaimana saya tahu anda masih perawan?”
” Gampang sekali. Semua pria dewasa tahu membedakan mana perawan dan mana bukan.. Ya kan …”
” Kalau tidak terbukti? ”
” Tidak usah bayar …”
” Baiklah …” Petugas satpam itu menghela napas. Kemudian melirik ke kiri dan ke kanan.
” Saya akan membantu mendapatkan pria kaya yang ingin membeli keperawanan anda. ”
” Cobalah. ”
” Berapa tarif yang diminta? ”
” Setinggi-tingginya. ”
” Berapa? ”
” Setinggi-tingginya. Saya tidak tahu berapa? ”
” Baiklah. Saya akan tawarkan kepada tamu hotel ini. Tunggu sebentar ya. ”
Petugas satpam itu berlalu dari hadapan wanita itu.
Tak berapa lama kemudian, petugas satpam itu datang lagi dengan wajah cerah.
” Saya sudah dapatkan seorang penawar. Dia minta Rp. 5 juta. Bagaimana? ”
” Tidak adakah yang lebih tinggi? ”
” Ini termasuk yang tertinggi, ” Petugas satpam itu mencoba meyakinkan.
” Saya ingin yang lebih tinggi…”
” Baiklah. Tunggu disini …” Petugas satpam itu berlalu.
Tak berapa lama petugas satpam itu datang lagi dengan wajah lebih berseri.
” Saya dapatkan harga yang lebih tinggi. Rp. 6 juta rupiah. Bagaimana? ”
” Tidak adakah yang lebih tinggi? ”
” Nona, ini harga sangat pantas untuk anda. Cobalah bayangkan, bila anda diperkosa oleh pria, anda tidak akan mendapatkan apa apa. Atau andai perawan anda diambil oleh pacar anda, andapun tidak akan mendapatkan apa apa, kecuali janji. Dengan uang Rp. 6 juta anda akan menikmati layanan hotel berbintang untuk semalam dan keesokan paginya anda bisa melupakan semuanya dengan membawa uang banyak. Dan lagi, anda juga telah berbuat baik terhadap
saya. Karena saya akan mendapatkan komisi dari transaksi ini dari tamu hotel. Adilkan. Kita sama-sama butuh … ”
” Saya ingin tawaran tertinggi … ” Jawab wanita itu, tanpa peduli dengan celoteh petugas satpam itu.
Petugas satpam itu terdiam. Namun tidak kehilangan semangat.
” Baiklah, saya akan carikan tamu lainnya. Tapi sebaiknya anda ikut saya. Tolong kancing baju anda disingkapkan sedikit.
Agar ada sesuatu yang memancing mata orang untuk membeli. ” Kata petugas satpam itu dengan agak kesal.
Wanita itu tak peduli dengan saran petugas satpam itu tapi tetap mengikuti langkah petugas satpam itu memasuki lift.
Pintu kamar hotel itu terbuka. Dari dalam nampak pria bermata sipit agak berumur tersenyum menatap mereka berdua.
” Ini yang saya maksud, tuan. Apakah tuan berminat? ” Kata petugas satpam itu dengan sopan.
Pria bermata sipit itu menatap dengan seksama ke sekujur tubuh wanita itu …
” Berapa? ” Tanya pria itu kepada Wanita itu.
” Setinggi-tingginya ” Jawab wanita itu dengan tegas.
” Berapa harga tertinggi yang sudah ditawar orang? ” Kata pria itu kepada sang petugas satpam.
” Rp.. 6 juta, tuan ”
” Kalau begitu saya berani dengan harga Rp. 7 juta untuk semalam. ”
Wanita itu terdiam.
Petugas satpam itu memandang ke arah wanita itu dan berharap ada jawaban bagus dari wanita itu.
” Bagaimana? ” tanya pria itu.
”Saya ingin lebih tinggi lagi …” Kata wanita itu.
Petugas satpam itu tersenyum kecut.
” Bawa pergi wanita ini. ” Kata pria itu kepada petugas satpam sambil menutup pintu kamar dengan keras.
” Nona, anda telah membuat saya kesal. Apakah anda benar benar ingin menjual? ”
” Tentu! ”
” Kalau begitu mengapa anda menolak harga tertinggi itu … ”
” Saya minta yang lebih tinggi lagi …”
Petugas satpam itu menghela napas panjang. Seakan menahan emosi. Dia pun tak ingin kesempatan ini hilang.
Dicobanya untuk tetap membuat wanita itu merasa nyaman bersamanya.
” Kalau begitu, kamu tunggu di tempat tadi saja, ya. Saya akan mencoba mencari penawar yang lainnya. ”
Di lobi hotel, petugas satpam itu berusaha memandang satu per satu pria yang ada. Berusaha mencari langganan yang biasa memesan wanita melaluinya. Sudah sekian lama, tak ada yang nampak dikenalnya. Namun, tak begitu jauh dari hadapannya ada seorang pria yang sedang berbicara lewat telepon genggamnya.
” Bukankah kemarin saya sudah kasih kamu uang 25 juta Rupiah.
Apakah itu tidak cukup? ” Terdengar suara pria itu berbicara.
Wajah pria itu nampak masam seketika
” Datanglah kemari. Saya tunggu. Saya kangen kamu.
Kan sudah seminggu lebih kita engga ketemu, ya sayang?! ”
Kini petugas satpam itu tahu, bahwa pria itu sedang berbicara dengan wanita.
Kemudian, dilihatnya, pria itu menutup teleponnya. Ada kekesalan di wajah pria itu.
Dengan tenang, petugas satpam itu berkata kepada Pria itu: ” Pak, apakah anda butuh wanita … Huh ”
Pria itu menatap sekilas kearah petugas satpam dan kemudian memalingkan wajahnya.
” Ada wanita yang duduk disana, ” Petugas satpam itu menujuk kearah wanita tadi.
Petugas satpam itu tak kehilangan akal untuk memanfaatkan peluang ini.
“Dia masih perawan..”
Pria itu mendekati petugas satpam itu.
Wajah mereka hanya berjarak setengah meter. ” Benarkah itu? ”
” Benar, pak. ”
” Kalau begitu kenalkan saya dengan wanita itu … ”
” Dengan senang hati. Tapi, pak …Wanita itu minta harga setinggi tingginya.”
” Saya tidak peduli … ” Pria itu menjawab dengan tegas.
Pria itu menyalami hangat wanita itu.
” Bapak ini siap membayar berapapun yang kamu minta. Nah, sekarang seriuslah ….” Kata petugas satpam itu dengan nada kesal.
” Mari kita bicara di kamar saja.” Kata pria itu sambil menyisipkan uang kepada petugas satpam itu.
Wanita itu mengikuti pria itu menuju kamarnya.
Di dalam kamar …
” Beritahu berapa harga yang kamu minta? ”
” Seharga untuk kesembuhan ibu saya dari penyakit ”
” Maksud kamu? ”
” Saya ingin menjual satu satunya harta dan kehormatan saya untuk kesembuhan ibu saya. Itulah cara saya berterima kasih …. ”
” Hanya itu …”
” Ya …! ”
Pria itu memperhatikan wajah wanita itu. Nampak terlalu muda untuk menjual kehormatannya. Wanita ini tidak menjual cintanya. Tidak pula menjual penderitaannya. Tidak! Dia hanya ingin tampil sebagai petarung gagah berani di tengah kehidupan sosial yang tak lagi gratis. Pria ini sadar, bahwa di hadapannya ada sesuatu kehormatan yang tak ternilai. Melebihi dari kehormatan sebuah perawan bagi wanita. Yaitu keteguhan untuk sebuah pengorbanan tanpa ada rasa sesal. Wanta ini tidak melawan gelombang laut melainkan ikut kemana gelombang membawa dia pergi. Ada kepasrahan diatas keyakinan tak tertandingi. Bahwa kehormatan akan selalu bernilai dan dibeli oleh orang terhormat pula dengan cara-cara terhormat.
” Siapa nama kamu? ”
” Itu tidak penting. Sebutkanlah harga yang bisa bapak bayar … ” Kata wanita itu
” Saya tak bisa menyebutkan harganya. Karena kamu bukanlah sesuatu yang pantas ditawar. ”
”Kalau begitu, tidak ada kesepakatan! ”
” Ada ! ” Kata pria itu seketika.
” Sebutkan! ”
” Saya membayar keberanianmu. Itulah yang dapat saya beli dari kamu. Terimalah uang ini. Jumlahnya lebih dari cukup untuk membawa ibumu ke rumah sakit.
Dan sekarang pulanglah … ” Kata pria itu sambil menyerahkan uang dari dalam tas kerjanya.
” Saya tidak mengerti …”
” Selama ini saya selalu memanjakan istri simpanan saya. Dia menikmati semua pemberian saya tapi dia tak pernah berterima kasih. Selalu memeras. Sekali saya memberi maka selamanya dia selalu meminta. Tapi hari ini, saya bisa membeli rasa terima kasih dari seorang wanita yang gagah berani untuk berkorban bagi orang tuanya. Ini suatu kehormatan yang tak ada nilainya bila saya bisa membayar …”
” Dan, apakah bapak ikhlas…? ”
” Apakah uang itu kurang? ”
” Lebih dari cukup, pak … ”
” Sebelum kamu pergi, boleh saya bertanya satu hal? ”
” Silahkan …”
” Mengapa kamu begitu beraninya … ”
” Siapa bilang saya berani. Saya takut pak …
Tapi lebih dari seminggu saya berupaya mendapatkan cara untuk membawa ibu saya ke rumah sakit dan semuanya gagal.
Ketika saya mengambil keputusan untuk menjual kehormatan saya maka itu bukanlah karena dorongan nafsu.
Bukan pula pertimbangan akal saya yang `bodoh` … Saya hanya bersikap dan berbuat untuk sebuah keyakinan … ”
” Keyakinan apa? ”
Jika kita ikhlas berkorban untuk ibu atau siapa saja, maka Tuhan lah yang akan menjaga kehormatan kita … ” Wanita itu kemudian melangkah keluar kamar.
Sebelum sampai di pintu wanita itu berkata:
” Lantas apa yang bapak dapat dari membeli ini … ”
” Kesadaran… ”
.. . .
Di sebuah rumah di pemukiman kumuh. Seorang ibu yang sedang terbaring sakit dikejutkan oleh dekapan hangat anaknya.
” Kamu sudah pulang, nak ”
” Ya, bu … ”
” Kemana saja kamu, nak … Huh”
” Menjual sesuatu, bu … ”
” Apa yang kamu jual?” Ibu itu menampakkan wajah keheranan. Tapi wanita muda itu hanya tersenyum …
Hidup sebagai yatim lagi miskin terlalu sia-sia untuk diratapi di tengah kehidupan yang serba pongah ini. Di tengah situasi yang tak ada lagi yang
gratis. Semua orang berdagang. Membeli dan menjual adalah keseharian yang tak bisa dielakan. Tapi Tuhan selalu memberi tanpa pamrih, tanpa perhitungan
….
” Kini saatnya ibu untuk berobat … ”
Digendongnya ibunya dari pembaringan, sambil berkata: ” Tuhan telah membeli yang saya jual… ”.
Taksi yang tadi ditumpanginya dari hotel masih setia menunggu di depan rumahnya. Dimasukannya ibunya ke dalam taksi dengan hati-hati dan berkata
kepada supir taksi: ” Antar kami kerumah sakit …”
Sumber : Forum Kaskus
Baca Selengkapnya...

Kisah Aleisha Hunter, Balita 4 Tahun Mengidap Kanker Payudara

Umumnya orang awam akan mengira bahwa kanker payudara hanya diderita oleh orang dewasa yang sudah mengalami masa pubertas namun ternyata anak yang masih balitapun bisa mengidap penyakit yang ditakuti banyak orang tersebut karena termasuk dalam kategori yang ganas. Hal ini pula yang dialamai Aleisha Hunter asal Ontario Kanada sejak usianya 3 tahun lebih hingga kini berusia 4 tahun.
 Aleisha Hunter, harus berjuang melawan penyakit yang diidapnya 
kanker payudara
Aleisha Hunter, harus berjuang melawan penyakit yang diidapnya kanker payudara
Aleisha didiagnosis terkena kanker payudara bahkan sebelum memasuki masa puber. Kasus yang dialami Aleisha memang sangat langka. Penyakit ini diketahui ibu Aleisha bermula ketika ia melihat benjolan kecil di sisi kiri bagian dada. Kemudian sang ibu mencari perawatan dan berkonsultasi dengan dokter.
Hasil diagnosis medis saat itu adalah peradangan limfatik, karena infeksi bakteri pada kelenjar getah bening. Ketika kondisi Aleisha memburuk, ibunya membawanya ke ruang gawat darurat di salah satu rumah sakit di Toronto, Kanada. Dia diberikan MRI dan biopsi, yang menunjukkan bahwa benjolan itu sebenarnya karsinoma sekresi payudara yang masih kecil.
Hanya ada sedikit penelitian tentang kondisi tersebut. Tumor, yang mengeluarkan cairan, dapat ditemukan pada payudara wanita dewasa tapi buka tipe umum tumor. Dokter pun menvonis Aleisha terserang kanker payudara.  Untuk menangani masalah ini secara cepat, Aleisha pun menjalani operasi masektomi secara penuh. Dalam operasi tersebut payudara kiri Aleisha yang belum tumbuh diangkat termasuk puting, areola dan jaringan getah bening di bawah lengan.
Hasil operasi berjalan sukses. Tim dokter yang menanganinya mengatakan kemungkinan besar kanker tidak akan muncul kembali. Sharifa Himidan, ahli bedah dan dokter utama dalam kasus Aleisha akan menuliskan laporan prosedural untuk membuat Aleisha dtempatkan dalam sejarah medis internasional.
Meksipun Aleisha sudah bisa dikatakan sembuh, tetapi masih ada kekhawatiran dari ibu Aleisha. Sang ibu justru memikirkan bagaimana putrinya akan mencitrakan dirinya ketika ia mulai beranjak remaja. Menurutnya, Aleisha juga terkadang terlihat frustasi dengan perhatian banyak orang karena penyakit yang dialaminya.
Aleisha kini menjadi salah seorang duta untuk melawan kanker payudara. Ia adalah satu dari 4.600 relawan yang berjalan kaki dalam acara tahunan End Women Cancers di Toronto baru-baru ini, yang diselenggarakan Unit penelitian kanker, Rumah Sakit Princess Margaret.
Kasihan Aleisha Hunter, disaat usia keceriaannya yang masih lugu dan polos tersebut, dirinya harus menanggung beban berat untuk menghadapi sebuah cobaan yang ditanggung dirinya, Mari sobat ruanghati.com yang berbahagia kita doakan bersama untuk kesembuhannya, agar masa depan anak ini kelak lebih baik sebagaimana harapan anak-anak lain seusinya yang ceria.
Ref: Vivanews
Baca Selengkapnya...

Thursday, 23 December 2010

Sepucuk Surat Dari Janda Korban Letusan Merapi, Mengharukan!

Mahasiswa yang tubuhnya penuh debu itu akhirnya menemukan tempat ibunya di barak pengungsi di kaki Merapi. Tapi ibunya sejak pagi tadi sudah dibawa relawan ke rumah sakit lantaran sesak napas akibat menghisap terlalu banyak debu vulkanik. Dua adik perempuannya ikut serta menemani ibu. Matanya yang cemas melihat secarik kertas menyembul dari tas tua milik ibunya. Dengan tangan gemetar ia ambil dan membuka lipatannya. Tulisan ibu.. ia mengenali tulisan indah ibunya..

Kesedihan yang teramat dalam dirasakan para korban - pengungsi 
Gunung Merapi
Kesedihan yang teramat dalam dirasakan para korban - pengungsi Gunung Merapi
“Anakku.. kita sudah tak punya apa-apa lagi, nak. Semua sapi kita mati. Sawah kita yang hijau telah hangus berubah kelabu, hanya menyisakan timbunan debu. Ibu sudah tak dapat mengirim uang lagi untuk biaya kuliahmu. Seandainya bapakmu masih ada… ya Allah semoga almarhum telah damai di sisi-Mu..
Anakku.. yang ibu punya sekarang hanya doa. Doa yang selalu ada untuk putra-putri ibu. Katanya pemerintah akan mengganti ternak yang mati. Tapi ibu sudah tak berharap Sultan akan memenuhi janji. Ibu sudah berhenti berharap pada manusia. Ibu hanya ingin berharap pada Allah yang tak mungkin mengingkari janji-Nya. Berharap pada manusia sering membuat kita kecewa.
Harta benda kita memang sudah musnah. Tapi kita punya Tuhan. Kita punya janji-Nya yang pasti terpenuhi. Percayalah nak, Tuhan akan menurunkan kebaikan kepada orang-orang yang berusaha menjadi hamba-Nya yang baik. Kamu putra ibu yang kuat, bantulah sesama dengan tenagamu. Kamu putra ibu yang cerdas, bantulah sesama dengan kepintaranmu. Kalau kelak kamu mendapat anugerah rizki-Nya, ringankan hatimu untuk selalu bersedekah. Sayangi dirimu dengan menyayangi sesama…
Kesedihan yang teramat dalam dirasakan para korban - pengungsi 
Gunung Merapi
Sepasang sandal ini menjadi saksi bisu kedukaan dan nestapa hilangnya harta benda dan desa mereka yang disapu wedus gembel Merapi
Anakku, janganlah pernah melupakan Allah, agar Allah tak melupakanmu. Teruslah untuk mengingat Allah, baik di waktu senang maupun susah. Ucapkanlah nama-nama-Nya yang indah dengan hatimu untuk mengusir semua resah dan gelisah. Zikrullah itu nak, akan menenteramkan hatimu.. akan memekarkan setiap kuntum bunga di taman hatimu.
Anakku.. Merapi ini gunung kita, kampung kita. Merapi ini tumpah darahmu. Kelak kamu mungkin pergi jauh meninggalkan Merapi.. tapi merapi akan tetap menjadi kampung halamanmu. Udara pertama yang kamu hirup udara Merapi. Air pertama yang kamu minum air Merapi. Makanan pertama yang kamu makan tumbuh di Merapi. Tanah pertama yang kamu injak tanah Merapi. Sahabat pertama yang kamu kenal adalah orang Merapi. Kamu akan selalu merindukannya, sebab separo jiwamu ada di sini.. di merapi ini.
Jangan pernah marah pada Merapi, anakku, sebab gunung ini tak bersalah. Gunung Merapi tak pernah marah. Gunung ini bergerak, terus bergerak sembari bertasbih untuk memenuhi takdirnya menjaga keseimbangan bumi. Gunung adalah pasak yang mengutuhkan bumi kita.
Tetaplah menyayangi gunung kita, Merapi kita.. dengan tidak mencederai hutannya, bebatuannya, airnya. Tetaplah tersenyum pada Merapi kita agar Merapi juga tersenyum untuk kita. Merapi akan selalu menyimpan anugerah Tuhan untuk orang-orang yang hidup bersamanya. Teruslah berusaha untuk memahami gunung kita, sebab kitalah yang harus menyesuaikan diri untuk hidup bersamanya. Jangan pernah memaksa gunung untuk menyesuaikan dirinya pada kita..
Anakku.. kamu putra ibu.. dan akan selalu menjadi putra ibu.
Usai membaca kalimat terakhir yang ditulis ibunya, anak muda itu tak dapat lagi menahan gejolak hatinya. Sekujur tubuhnya bergetar, dadanya gemuruh, lalu tangisnya meledak dengan tubuh luruh bersimpuh. Air matanya meleleh bercampur debu.
“Subhanallah.. iya ibu, saya putra ibu.. selamanya tetap menjadi putra ibu. Ibu adalah mata airku.. selamanya menjadi mata air untuk putramu ibu…”
Baca Selengkapnya...

Tidak Boleh Menangis Seumur Hidup, Karena Bisa Merenggut Nyawa Gadis Cilik Ini

Little Tianna Lewis McHugh adalah gadis yang tidak bisa menangis – karena itu bisa membunuhnya. Dua tahun memiliki penyakit yang langka, air mata dapat memicu kejang-kejang yang berakibat fatal, kematian. Orangtuanya, Ceri Lewis dan Andy McHugh, menghadapi cobaan setiap hari untuk memastikan dia tidak menangis sekalipun. Tianna tampak seolah-olah ia meninggal ketika dia memiliki Reflex Anoxic Seizure (RAS) atau kejang kejang mengerikan. kulitnya tampak memutih, tubuhnya menegang, jantungnya berhenti berdetak dan ia berhenti bernapas.

"bocah cilik yang tidak boleh menangis"

Anak lainnya dengan kondisi bereaksi terhadap rasa sakit, rasa takut atau ketakutan, tapi kondisi Tianna begitu mengkhawatirkan, bahwa hanya dengan menangis dapat memicu kematian. Dia didiagnosis dengan kondisi saat berusia 18 bulan dan telah selamat dari serangan untuk ke-10 kali . Paling serius berlangsung selama dua jam. Ibu Ceri, 23, seorang resepsionis hotel dari Wrexham, North Wales, mengatakan dia histeris ketika ia melihat putrinya pertama kali kejang-kejang.
Dia berkata: “Aku mengangkat tubuhnya dari kursi tingginya dan meletakkan di lantai dan dia menangis untuk kesekian detik dan kemudian dia tampak seperti telah meninggal. “mukanya tampak pucat, bibirnya dan sekitar matanya biru dan matanya berputar ke belakang di kepalanya. ‘Ketika ia kejang kejang dia berhenti bernapas dan tampak mati karena dia menegang dan punggungnya melengkung. “Saya pikir ia sudah mati.”
Ayahnya, Andy 30 tahun, seorang sales mobil, bergegas pulang dan mencoba menyadarkan putrinya dengan meletakkan mulutnya di mulut anaknya serta tangannya menutupi hidung anaknya dan mulai pernapasan buatan. “Setelah lima atau enam pukulan dia menarik napas besar dan tangisan keluar dari matanya,” katanya. Tianna dibawa ke unit UGD di Wrexham Maelor Rumah Sakit, tapi dokter tidak dapat mendiagnosa kondisinya. Dua minggu kemudian kejang kedua berlangsung selama dua jam, dia berjuang untuk hidup. Dokter memperingatkan Ceri dan Andy bahwa jika dia tidak datang dalam waktu 10 menit dia bisa mati atau menderita kerusakan otak. Untungnya ia menarik melalui dan pulih setelah tiga atau empat hari pada anak-anak ‘kampung. Dokter kemudian menyadari bahwa dia akan mengalami kejang Anoxic Reflex (RAS). Dia menderita pada bulan Juli

"gadis cilik aneh"
Andy dan Ceri berharap ia bisa tumbuh dengan kondisi normal. ‘Ketika ia telah kejang menghebohkan itu, “kata Andy,” Ketika ia mulai menangis, kita biasanya harus mengibaskan air di wajahnya untuk membawanya keluar dari perasaan itu. “Dia bisa melakukan apa pun yang dia inginkan tapi selama 18 bulan kita telah berhati-hati dengan dirinya sehingga ia tidak akan terluka atau shock atau menangis. “Dia adalah malaikat kecil kami dan hal ini membuat Anda menghargai lebih dari itu. “Dia adalah hiperaktif, banyak bicara, ceria dan sangat aktif. itu sangat baik dikembangkan untuk usianya. ” (Nissa-RH)

Baca Selengkapnya...

Kisah Nyata, Gadis Cilik Malang Yang Tidak Memiliki Wajah, Tetap Ceria Menjalani Hidup

Yuliana Wetmore,  gadis yang terlahir tanpa tulang wajah sehingga wajahnya tidak berbentuk (Maaf gambar sengaja di Blurkan)
Yuliana Wetmore, gadis yang terlahir tanpa tulang wajah sehingga wajahnya tidak berbentuk (Maaf gambar sengaja di Blurkan)

Semula saya ragu untuk memposting tulisan ini, karena hal ini seakan mengekspose cacat seseorang yang sebenarnya merupakan pemberian dari Yang Maha Kuasa, namun setelah saya pikir mendalam dari aspek postitif dan saya renungkan lagi, ada banyak hal yang banyak bisa kita ambil hikmah dan belajar dari gadis cilik ini. Sungguh tidak kuat air mataku untuk tidak meneteskan air, mencoba menyelami dan mencoba memposisikan diri dalam kaca kehidupan dirinya, yang masih polos mungil dalam keceriaan dan spontanitas kelucuan sang bocah. Dialah Juliana Wetmore, gadis kecil yang terlahir dengan kondisi tubuh tidak sempurna sebagaimana teman-teman seusianya. Menurut sumber ruanghati.com Juliana lahir pada tahun 2003 dengan kelainan genetika yang langka (Kraniofasial) lebih dikenal dengan sebutan (Sindrom Treacher Collin).


Yuliana Wetmore, Walaupun kondisi terlahir tidak seperti teman-teman sebayanya, Yuliana tetap optimis dan ceria
Yuliana Wetmore, Walaupun kondisi terlahir tidak seperti teman-teman sebayanya, Yuliana tetap optimis dan ceria

Gadis yang tidak memiliki wajah secara harfiah dikarenakan dia kehilangan 30-40 persen dari tulang rahang dan tulang wajahnya. Menurut dokter yang menanganinya kasus Yuliana merupakan salah satu kasus yang langka di dunia, sampai saat ini Yuliana sudah menjalani operasi bedah plastik wajah sebanyak 20 kali untuk lebih membantu menyempurnakan wajahnya.  Dokter mengerti bahwa sangat sulit bahkan mustahil untuk bisa memberikan semacam face off atau wajah baru bagi Yuliana, namun setidaknya mereka mencoba membantu agar keadaannya bisa lebih baik dari yang sekarang. Agar lebih bisa membawa sang gadis Yuliana lebih memiliki rasa percaya diri untuk berinteraksi dengan sesama. Yuliana merupakan gadis cilik yang memiliki kecerdasan yang lumayan bagus, demikian dikatakan orang tuanya. Gadis ini memiliki potensi yang cukup menggembirakan dari sisi intelektualnya. Tuhan Maha Adil dan Bijaksana.

Dengan melihat kondisi Yuliana masihkah kita tidak merasa bersyukur pada apa yang Tuhan Berikan kepada kita saat ini?
Dengan melihat kondisi Yuliana masihkah kita tidak merasa bersyukur pada apa yang Tuhan Berikan kepada kita saat ini?
Satu hal yang membuat saya menjadi terusik nurani dari Yuliana, yaitu, dengan kondisinya yang demikian gadis ini masih bisa optimis dan ceria, lalu mengapa kita yang diberikan Tuhan kelengkapan badan dan wajah sempurna masih kurang bersyukur. Bukankan Tuhan sudah menciptakan kita terlahir ke dunia ini dengan wujud sesempurna mungkin. Maha Suci Allah, sungguh kita seringkali tidak menyadari dan melupakan kesempurnaan yang Tuhan berikan pada kita. Banyak diantara kita sampai rela untuk mengeluarkan biaya sangat mahal untuk operasi plastik karena kita tidak puas dengan kondisi wajah yang sebenarnya sudah diciptakan Tuhan dengan bagus dan sempurna. Apakah hal itu belum cukup untuk membuat kita mengucap syukur pada-Nya.
sudahkan Anda mengucap Syukur pada Tuhan hari ini?

yuliana gadis cilik dengan keterbatasan fisik, namun memiliki kecerdasan yang luar biasa
yuliana gadis cilik dengan keterbatasan fisik, namun memiliki kecerdasan yang luar biasa
Baca Selengkapnya...

Surat Terbuka Seorang Warga Malaysia Buat Indonesia


Kondisi perseteruan antara Indonesia dan Malaysia kini semakin memanas, walaupun saat ini bulan Ramadhan, dimana sebagian besar penduduk Indonesia dan Malaysia adalah muslim. Hal ini dipicu beberapa hal yang  menjadi ganjalan dan mengundang emosi dari kedua belah pihak dan berlangsung sudah cukup lama, beberapa tahun lalu mulai  masalah TKI disiksa, Ambalat hingga penahanan Aparat Indonesia oleh Aparat Malaysia, pun dari Malaysia juga merasa warga Indonesia menginjak injak kehormatan bangsa mereka karena aksi demo yang dianggap sudah diambang batas.


Siapa yang diuntungkan oleh konflik yang memanas ini, adakah unsur politisnya?

Harian terkenal Malaysia New Strait Times hari ini 30 Agustus 2010 memuat sebuah surat terbuka seorang warga Malaysia untuk Pemerintah dan rakyat Indonesia atas aksi-aksi yang selama ini terjadi di Indonesia.  Penulis surat bernama Idzan Ismail, asal Kelana Jaya, Selangor Malaysia. Bagaimana isinya berikut ruanghati.com kutipkan versi alsi dan terjemahnya:

TOMORROW, we celebrate Merdeka, and the symbol of sovereignty and our pride — the Jalur Gemilang — has been stamped on, burnt and spat at by citizens of our supposedly closest neighbour. Not only did they storm our embassy, they threw faeces into its compound.
It hurts so bad that Indonesians, whom we regard as Muslim brothers, are doing it in the holy month of Ramadan — in a fortnight we’ll be celebrating Hari Raya Aidilfitri — a month of goodwill and forgiveness. The nationalistic People’s Defence of Democracy (Bendera) is growing bolder by the day. Similar demonstrations were held in Bandar Aceh and Pekanbaru in Sumatra.

This is the same group which threatened to attack us with sticks and stones last year over our alleged ill-treatment of Indonesian maids. This time it was about our supposed cruelty towards the three Indonesian maritime officers detained by our authorities on Aug 13.

Bendera is on a “Ganyang Malaysia” rampage, shouting “Malingsia” (Maling is “thief” in Javanese). It even had the audacity to threaten to shave the heads of our people there before deporting them home.

It’s clear that there are underlying issues that caused them to act with such bravado.

The group would not have had the gumption to protest outside the Petronas office and CIMB-Niaga Bank there without the tacit approval of some unseen hands.

Things are beginning to surface, with politicians and members of parliament of both sides of the Indonesian political divide supporting the movement. They are demanding that their government cut all diplomatic and trade ties with us. Their media are fanning the anti-Malaysia sentiment.

One wonders why the protesters were not tear-gassed for trying to ram our embassy barricade. Some arrests were made but they were all released.

We have been noble in not retaliating in our country. It’s a wise move because we do not want the backlash of the two million Indonesians, legal and illegal, in our country. But how long can we exercise self-restraint? I fear we being nice is seen as a weakness.

I worry for the safety of Malaysians there. We must recall our ambassador, embassy staff and evacuate all our students and other Malaysians there. Let them celebrate Hari Raya in peace and calm.

We must also stop visiting Indonesia for the time being. When things are more peaceful, they can go back to Indonesia.

The protests are nothing more than an arrogant display of who is bigger and stronger. It may be an empty threat and probably poses no immediate risk to our citizens but our sovereignty and dignity have been compromised.

Indonesia owes us an apology.

Terjemahnya :

“Besok, kita merayakan hari kemerdekaan. Tapi simbol kedaulatan dan kebanggaan kita, Jalur Gemilang; diinjak, dibakar, dan diludahi oleh warga negara yang kita anggap sebagai tetangga terdekat. Mereka bahkan melempar tinja ke kedutaan besar kita.

Ini sangat menyakitkan, bahwa warga Indonesia–yang adalah saudara muslim kita–melakukannya di bulan suci Ramadhan, jelang umat muslim merayakan Hari Raya Idul Fitri; sebuah hari yang penuh kebaikan dan maaf.

Massa Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera) bahkan makin berani hari ke hari, mereka berdemonstrasi serupa di Banda Aceh dan Pekanbaru.

Bendera adalah kelompok yang sama yang mengancam untuk menyerang kita dengan tongkat dan batu tahun lalu–ketika tuduhan perilaku buruk kepada pembantu asal Indonesia diarahkan pada kita. Kali ini mereka menggunakan isu penangkapan tiga staf pemerintah oleh aparat Malaysia, 13 Agustus lalu.

Bendera berteriak-teriak ‘Ganyang Malaysia’ dan ‘Malingsia’. Bahkan mereka mengancam menggunduli warga negara Malaysia sebelum mengirim mereka pulang. Jelas sekali, ada sesuatu yang mendasar yang menyebabkan mereka berani bertindak seperti itu.

Kelompok ini tidak akan punya keberanian untuk mendemo Petronas dan Bank CIMB Niaga tanpa ada persetujuan diam-diam dari beberapa tangan yang tak terlihat.

Isu juga dipanaskan politisi dan anggota parlemen di Indonesia. Mereka justru mendukung gerakan seperti itu. Mereka bahkan meminta pemerintah memutus hubungan diplomatik dan perdagangan dengan Malaysia. Sementara media massa Indonesia jadi ‘kipas’, makin memanaskan sentimen anti-Malaysia.

Kita bertanya-tanya, mengapa aparat Indonesia tidak mencegah pengunjuk rasa menyerang kedutaan Malaysia. barikade, atau gas air mata misalnya. Memang ada yang ditangkap, tapi semuanya dilepaskan.

Kita, orang Malaysia, sudah bertindak mulia dengan tidak membalas tindakan itu. Ini langkah bijak karena kita tak ingin ada serangan balik dari 2 juta penduduk Indonesia, legal atau ilegal, yang ada di negara kita. Tapi berapa lama kita harus menahan diri?

Saya takut, kebaikan kita dianggap sebagai kelemahan.

Saya khawatir atas keselamatan orang Malaysia di Indonesia. Kita harus segera memulangkan duta besar, staf kedutaan, dan semua mahasiswa Malaysia di sana. Memberi kesempatan pada mereka merayakan Idul Fitri dengan damai dan tenang.

Kita juga harus menghentikan kunjungan ke Indonesia saat ini. Nanti, ketika situasi sudah damai kembali, mereka bisa kembali ke Indonesia.

Aksi protes tidak lebih dari sebuah tampilan arogan yang terus tumbuh besar dan kuat. Ini mungkin hanya ancaman kosong dan mungkin tidak menimbulkan risiko untuk warga negara kita. Tapi, bagaimanapun, kedaulatan dan martabat kita telah diganggu.

Indonesia berutang kata maaf.

Lalu apakah selayaknya kita memohon maaf dengan jiwa besar, atau ada pendapat Anda yang lain pada Surat Ini, Sepertinya pemerintah kitapun memegang peran aktif terhadap problematika masalah yang terjadi dimana selama ini pemerintah terkesan lembek serta tidak tegas bersikap, sehingga memicu kemarahan rakyat yang dilampiaskan kepada Malaysia bukan hanya pemerintahnya tapi juga semua unsur yang ada termasuk rakyatnya.

Waktu BBM (Premium naik dari Rp 4500 jadi  Rp 6000an)  Ambalat memanas, ganyang Malaysia bergaung
Waktu Ribut-Ribut Protes tentang kecurangan hasil pemilu “Ganyang Malaysia pun memanas lagi
Waktu Rame-rame Orang Protes Remisi para koruptor, dan tenggelamnya kasus Century, Lapindo serta Pajak Lagi lagi Ganyang Malaysia memanas, siapa yang diuntungkan?

Baca Selengkapnya...

Freena'z Gallery

Freena'z Gallery
See Amazing Pictures

my pippi